Kalkulator Jaminan Sosial

Kalkulator Potongan BPJS

Hitung iuran BPJS Ketenagakerjaan (JKK, JKM, JHT, JP) dan BPJS Kesehatan (JKN) dari gaji pekerja — sekaligus tampilkan total beban perusahaan, sesuai skala usaha.

⚖️ PP 44/2015 · PP 45/2015 · PP 46/2015 · PP 37/2021 · PP 7/2021 · Perpres 109/2013 · Perpres 82/2018 jo. Perpres 64/2020
1
💰 Komponen Gaji
Dasar perhitungan: gaji pokok + tunjangan tetap
Rp
Rp
Definisi "upah sebulan" untuk BPJS Ketenagakerjaan (PP 44/2015, PP 45/2015, PP 46/2015): gaji/upah pokok + tunjangan tetap. Tunjangan variabel/insentif tidak termasuk.
2
📍 UMP/UMK Setempat
Batas minimum dasar iuran BPJS Kesehatan (Perpres 82/2018)
Rp
Aturan plafon BPJS Kesehatan (Perpres 64/2020):
  • Minimum: UMP/UMK setempat
  • Maksimum: Rp 12.000.000 per bulan
3
🏭 Skala Usaha Perusahaan
Perpres 109/2013 jo. PP 7/2021 — menentukan program BPJS TK yang wajib diikuti
Kewajiban program BPJS TK per skala (Perpres 109/2013 Pasal 6):
  • Usaha Besar & Menengah: JKK + JHT + JP + JKM (4 program)
  • Usaha Kecil: JKK + JHT + JKM (JP tidak wajib)
  • Usaha Mikro: JKK + JKM saja (JHT & JP tidak wajib)
Kriteria modal usaha (PP 7/2021 Ps.35): Mikro ≤ Rp1 M · Kecil Rp1–5 M · Menengah Rp5–10 M · Besar > Rp10 M
⚠️ JP tidak wajib untuk skala usaha ini. Perusahaan dapat mengikutkan pekerjanya secara sukarela. Centang di bawah untuk menyertakan atau mengabaikannya.
4
⚠️ Kelompok Risiko JKK Perusahaan
PP 44/2015 Pasal 16 jo. PP 37/2021 — ditanggung perusahaan, tidak memotong gaji
Tarif JKK pasca-rekomposisi PP 37/2021: Berdasarkan PP 37/2021 Pasal 11 ayat (5)a, iuran JKK direkomposisi sebesar 0,14% untuk mendanai JKP, sehingga tarif efektif per kelompok menjadi: Sangat Rendah 0,10% · Rendah 0,40% · Sedang 0,75% · Tinggi 1,13% · Sangat Tinggi 1,60%. JKK tetap 100% tanggungan perusahaan — tidak memotong gaji pekerja.
5
📊 Plafon Upah Jaminan Pensiun (JP)
PP 45/2015 — batas upah maksimum dasar iuran JP, disesuaikan tiap tahun
Rp
⚠️ Plafon JP 2026: Rp 10.547.400/bulan (PP 45/2015 — disesuaikan tiap tahun)
Plafon JP (PP 45/2015 Pasal 28): Upah yang dijadikan dasar iuran JP tidak boleh melebihi plafon yang ditetapkan. Pertama kali ditetapkan Rp 7.000.000 (2015), naik secara berkala mengikuti inflasi.
🛡️
Belum ada hasil
Isi gaji pokok, tunjangan tetap, dan UMP/UMK setempat, lalu klik tombol Hitung.
Hasil Perhitungan BPJS
Dasar Perhitungan
Gaji Pokok + Tunjangan Tetap
Dasar Iuran BPJS Kes. (setelah plafon)
Dasar Iuran JP (setelah plafon)
🔵 BPJS Ketenagakerjaan — Potongan Pekerja
JHT Pekerja (2%)
PP 46/2015 Ps.16
JP Pekerja (1%)
PP 45/2015 Ps.28
Total Potongan BPJS TK
🟢 BPJS Ketenagakerjaan — Tanggungan Perusahaan
JKK Perusahaan (?%)
PP 44/2015 Ps.16 jo. PP 37/2021
JKM (0,20%)
PP 44/2015 jo. PP 37/2021
JHT Perusahaan (3,7%)
PP 46/2015 Ps.16
JP Perusahaan (2%)
PP 45/2015 Ps.28
JKP: 0,46% — ditanggung Pemerintah & rekomposisi JKK/JKM (PP 37/2021). Tidak memotong gaji.
🔴 BPJS Kesehatan — Pekerja Penerima Upah
Iuran JKN Pekerja (1%)
Perpres 82/2018 jo. Perpres 64/2020
Iuran JKN Perusahaan (4%)
Perpres 82/2018 jo. Perpres 64/2020
Total Potongan BPJS Kesehatan
Total Potongan dari Gaji Pekerja
Total yang Dibayarkan Perusahaan
⚠️ Catatan: JKK, JKM, dan JKP tidak dipotong dari gaji pekerja — seluruhnya menjadi beban pemberi kerja dan/atau pemerintah. Tarif JKK dan JKM yang ditampilkan adalah tarif pasca-rekomposisi PP 37/2021 (JKK berkurang 0,14%, JKM berkurang 0,10% untuk mendanai JKP). Sesuaikan kelompok risiko JKK dengan jenis usaha perusahaan.
📖 Dasar Hukum: PP 46/2015 (JHT) · PP 45/2015 (JP) · PP 44/2015 jo. PP 37/2021 Ps.11 (JKK tarif baru, JKM 0,20%, JKP 0,46%) · Perpres 109/2013 Ps.6 (kewajiban per skala usaha) · PP 7/2021 Ps.35 (kriteria UMKM) · Perpres 82/2018 jo. Perpres 64/2020 (JKN/BPJS Kes.) · UU 40/2004 · UU 24/2011
Ringkasan Program BPJS
JKK — Jaminan Kecelakaan Kerja
Iuran 0,10%–1,60% dari upah, sepenuhnya ditanggung perusahaan (5 kelompok risiko). Mencakup kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, termasuk saat perjalanan dari/ke tempat kerja.
Manfaat:
  • Pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis (rawat inap kelas I, operasi, rehabilitasi)
  • Santunan sementara tidak mampu bekerja
  • Santunan cacat (sebagian, anatomis, atau total tetap)
  • Santunan kematian + biaya pemakaman
  • Beasiswa anak Rp 12 juta (peserta meninggal/cacat total tetap)
Dasar: PP 44/2015 jo. PP 37/2021 Ps.16
JKM — Jaminan Kematian
Iuran 0,20% dari upah, sepenuhnya ditanggung perusahaan. Diberikan kepada ahli waris apabila peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja.
Manfaat:
  • Santunan sekaligus Rp 16.200.000
  • Santunan berkala (dibayar sekaligus) Rp 4.800.000
  • Biaya pemakaman Rp 3.000.000
  • Beasiswa anak Rp 12 juta (jika masa iur ≥ 5 tahun)
Dasar: PP 44/2015 jo. PP 37/2021
JHT — Jaminan Hari Tua
Iuran 5,7% dari upah: 2% dari pekerja, 3,7% dari perusahaan. Manfaat berupa akumulasi iuran + hasil pengembangan, dibayar sekaligus saat pensiun (56 tahun), cacat total tetap, atau meninggal.
Pengambilan sebagian (masa iur ≥ 10 tahun):
  • Maks. 30% untuk kepemilikan rumah
  • Maks. 10% untuk persiapan pensiun
Tersedia juga fasilitas pembiayaan perumahan (PUMP, KPR, pinjaman renovasi).
Dasar: PP 46/2015 Pasal 16
JP — Jaminan Pensiun
Iuran 3% dari upah (max plafon JP): 1% dari pekerja, 2% dari perusahaan. Berbeda dari JHT — manfaat JP dibayar setiap bulan untuk mempertahankan taraf hidup layak di masa pensiun.
5 bentuk manfaat:
  • Pensiun hari tua — peserta mencapai usia pensiun
  • Pensiun cacat — cacat total tetap
  • Pensiun janda/duda — peserta meninggal dunia
  • Pensiun anak — tidak ada janda/duda
  • Pensiun orang tua — tidak ada ahli waris lain
Dasar: PP 45/2015 Pasal 28
JKN — BPJS Kesehatan
Iuran 5% dari upah (min UMP/UMK, max Rp 12 juta): 1% dari pekerja, 4% dari perusahaan. Mencakup seluruh pelayanan kesehatan sesuai indikasi medis.
Tanggungan keluarga (maks. 4 orang):
  • Istri/suami yang sah
  • Anak kandung/tiri/angkat: belum menikah, belum 21 tahun (atau <25 tahun jika masih sekolah)
Dapat ditambah (iuran ditanggung pekerja):
  • Anak ke-4 dst., ayah, ibu, mertua
Dasar: Perpres 82/2018 jo. Perpres 64/2020
← Kembali ke Semua Tools